HomeKesehatanDr. Lupi Muwarni : Kepedulian Kami Sesama Wanita, Mencegah...

Dr. Lupi Muwarni : Kepedulian Kami Sesama Wanita, Mencegah Kanker Leher Rahim

tribunjepara.com – Puskesmas Kalinyamatan selain melayani kesehatan masyarakat secara umum berupa rawat inap, Persalinan, Cek darah, Imunisasi, Vaksinasi, dan lain sebagainya. Secara khusus juga melayani “JUMIVA” ( Jumat Memeriksa IVA ) bersama “Lupiva” ( Luangkan untuk Periksa IVA ), yaitu Pencegahan Kanker Leher Rahim yang dilaksanakan khusus setiap hari Jumat, Lantai 2 Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas ) Kecamatan Kalinyamatan.

Dr. Lupi Muwarni : Kepedulian Kami Sesama Wanita, Mencegah Kanker Rahim

Dr. Lupi Muwarni Kepala Puskesmas ( Kapus ) Kalinyamatan yang ditemui diruang kerjanya menyampaikan, ” Selain di Puskesmas Penyuluhan mengenai pencegahan kanker rahim, Kami juga
Melaksanakan melalui PKK desa, Dan menjadi rutinitas puskesmas setiap ada pertemuan PKK selalu mengadakan penyuluhan terkait IVA, Yang biasa pertemuan dilakukan di desa diiwilayah kecamatan kalinyamatan, ” Terang Dr. Lupi Jumat 2/9.

” Kami sarankan jika ada wanita yang sudah berumah tangga jika mempunya keluhan di area intimnya seperti keputihan yang tidak kunjung sembuh, gatal, atau nyeri saat berhubungan dengan suaminya, dan lain sebagainya untuk segera memeriksa dirinya di puskesmas, dan nanti kami lakukan deteksi pada leher rahim, ” Imbuhnya.

” Penyuluhan dan pencegahan Kanker rahim terhenti sejak Pendemi Covid – 19, Padahal sebelum hal tersebut terjadi masyarakat antusias dan banyak sekali yang datang memeriksakan dirinya terkait IVA, dan baru di buka pelayanannya setelah hari raya tahun 2022.

” Kami harus mulai dari nol lagi, harus diadakan penyuluhan ulang agar masyarakat kembali antusias datang ke puskesmas untuk memeriksakan IVA, ” Ucapnya.

“Untuk pemeriksaan IVA kami tidak melihat dari sisi usia, tapi yang terpenting di utamakan bagi mereka yang sudah menikah, Dan gunanya untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin.”

” Kami pernah menangani kasus yang terjadi pada seorang wanita yang baru berusia 18 tahun yang datang untuk memeriksakan IVA, dari hasil pemeriksaan vaginanya sudah mengalami pendarahan, dan dari keterangan pasien sudah melakukan hubungan sex sejak duduk dibangku SMP hingga SMA, Karena sudah mengalami pendarahan akhirnya saya rujuk ke dokter spesialis kandungan,” Tutur Dr. Lupi.

“Dr. Lupi Muwarni sangat menyarankan untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan dan dianjurkan untuk mengecek deteksi dini walaupun keluhannya hanya keputihan saja, lebih baik segera diperiksa, ” sarannya.

” Karena jika ditunggu dan dibiarkan hingga 6 bulan sampai satu tahun akan terjadi Lesikangker, Siapa yang tahu itu terjadi, Karena itu bagian dalam yang tidak terlihat kecuali orang terlatih, ” Imbuhnya.

” Inflamasi peradangan masih bisa diobati dengan antibiotik, dan yang sudah ada lesiasiatowide dengan kreoteraphy.”

” Kami juga sangat menyarankan dengan herbal Karena puskesmas mempunyai program terkait pelayanan kesehatan tradisional yang diCombain teraphy dengan keluhan peradangan, Yaitu dengan kunir putih, kunyit putih, temu putih atau bunga telang, itu bisa diobati, Saya sangat menyarankan.”

Dr. Lupi menambahkan, ” Tidak salah orang tua jaman dahulu membuat herbal seperti kunir asam, rebusan daun sirih, itu sangat benar dalam menjaga daetah kewanitaan.”

“Kesalahan wanita yang sering dilakukan saat ini adalah memakai pakaian sintetis, ketat dan dalamannya sintetis dan memakainya hingga berhari hari, ada juga sebagian wanita yang memasukan kevagina alat alat ( obat ) pengesap, pengencang, danlainya, itu tidak dibenarkan, Karena memasukan sesuatu seperti sabun atau yang lainnya, tanpa ada rekomendasi tidak dianjurkan, ” Ucap Dr. Lupi.

” Inti yang paling utama adalah untuk menghindari hal tersebut adalah untuk melakukan Pola hidup sehat, yang satu diantaranya tidak berganti ganti pasangan, Karena itu adalah hal yang sangat mendasar untuk tidak terkena penyakit kelamin.”

” Kami peduli sesama wanita dan berjuang dalam pencegahan IVA, Dan sangat peduli dengan kesehatan wanita di indonesia, Khususnya jepara, agar terhindar dari penyakit kanker rahim, ” Pungkas Dr.Lupi Ramah. (Once)

- Advertisement -

spot_img
spot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_img